Apakah itu Obat Kuat?

Banyak pria yang rela melakukan apa saja agar terlihat perkasa dan tahan lama di tempat tidur. Aksi panas antara suami dan istri biasanya dilakukan pada malam hari, sedangkan energi yang tersisa pun tidak banyak. Sehingga saat siap melakukan hubungan seks dengan pasangan, seks tersebut tidak memakan waktu lama dan cukup sebentar. Bahkan terkadang penis pun tak segera ereksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, obat kuat pun menjadi solusi untuk masalah stamina pria.

dr. Ferryal Loetan, salah satu konsultan seks menjelaskan bahwa obat-obatan untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual terbagi menjadi tiga macam, yaitu obat yang memperbaiki gangguan fungsi seksual pada pria, obat afrodisiak yang bahan bakunya mampu meningkatkan libido, dan suplemen dan vitamin yang dapat meningkatkan stamina.

Salah satu obat yang memiliki khasiat untuk memperbaiki gangguan fungsi seksual yaitu Viagra. Dengan mengonsumsi Viagra, belum tentu juniormu akan perkasa dan tak pernah tidur. Pasalnya, bila ereksi yang bermasalah ini berkaitan dengan persarafan atau merupakan efek dari konsumsi obat lain, maka menelan Viagra sebanyak apa pun tak akan berpengaruh sama sekali.

Tidak hanya Viagra saja yang dapat digunakan untuk membantu ereksi, ada berbagai merk suplemen lain seperti yohimbie, ginkgo, ginseng, dan L-arginine. yohimbe, ginkgo. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk pelebaran arteri dan relaksasi pembuluh darah.

Dalam dunia kesehatan, obat kuat ini masih dipertanyakan baik atau tidaknya. Kita harus membedakan mana obat untuk membantu ereksi dan obat untuk merangsang agar terjadi ereksi. Yang tujuan akhirnya yaitu sama-sama untuk ereksi, namun cara kerjanya beda.

Obat kuat biasanya bekerja dengan cara merangsang produksi siklik guanosin monofosfat. Zat tersebut dapat merelaksasi otot-otot, sehingga arteri di penis melebar dan darah mengalir ke penis dengan mudah. apabila Anda tidak bisa ereksi, hal ini dipengaruhi oleh aliran darah yang tidak lancar, sehingga arteri sulit melebar. Sedangkan proses terjadinya ereksi membutuhkan arteri yang melebar agar darah dapat mengalir ke penis dengan cepat. Darah tersebut akan terjebak di bagian penis, sehingga terjadilah ereksi.

Banyak sekali faktornya. Selain rangsangan, faktor lainnya yaitu sistem saraf, sebab saat Anda mendapatkan sentuhan seksual, sistem saraf pada penis akan mengeluarkan nitrat oksida. Zat tersebut dapat merangsang enzim yang memproduksi zat siklik guanosin monofosfat atau cGMP.

Beberapa orang yang telah mengonsumsi obat kuat mengakui dirinya jadi merasa lebih menarik, stamina seksual meningkat, dan lebih percaya diri saat di ranjang. Kepercayaan diri laki-laki juga mempengaruhi terjadinya ereksi. Saat ia minum obat, kemungkinan sebagian dirinya merasa percaya diri, sehingga ia menyimpulkan bahwa obat tersebut bekerja dengan baik. Beberapa berpendapat itu adalah sugesti pikiran kita setelah minum obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *